Foto – Foto Maudy Ayunda :*

A7WEvBeCYAAD2d9

 

424065_3097214503151_2013921334_n_thumb

 

CHOOSE-IMG_5799

Maudy lagi Shopping

Maudy lagi Shopping

Maudy Ayunda lagi Kecil :) di film "Untuk Rena"

Maudy Ayunda lagi Kecilūüôā di film “Untuk Rena”

Maudy Ayunda di Film Perahu Kertas

Maudy Ayunda di Film Perahu Kertas

di Film "Refrain" bersama Afgan Syahreza

di Film “Refrain” bersama Afgan Syahreza

Maudy bersama Maxim dan Afgan di film Refrain

Maudy bersama Maxim dan Afgan di film Refrain

6

Maudy  dan Maxim

Maudy dan Maxim

Refrain

Refrain

2

Liat Kak Maudy dengan 3 Burung Kakak tua

Liat Kak Maudy dengan 3 Burung Kakak tua

Maudy Kecil

Maudy Kecil

di serial film Untuk Rena

di serial film Untuk Rena

Refrain

Refrain

di serial film Untuk Rena

di serial film Untuk Rena

 

Kak Maudy Lucu-Lucu dan Catik-Cantik kanūüôā

Tentang Maudy Ayunda :*

Maudy Ayunda adalah seorang gadis remaja yang memiliki kemampuan multi talent, Ia adalah seorang artis remaja yang akhir-akhir ini sedang naik daun. ini sekilas info tentang idola ku ini yah..

Nahh itu sekilas infonya.

Aktris yang memiliki nama lengkap¬†Ayunda Faza Maudya ini berkarir mulai tahun 2006 diawali oleh sebuah film yang berjudul “Untuk Rena”¬† serta “Sang Pemimpi” pada tahun 2009. Semakin hari aktris cantik ini semakin mendalami dan menguasai kemampuan aktingnya.

Selain dikenal dengan kecerdasan nya di dunia seni akting, Maudy Ayunda juga tergolong anak yang berprestasi di bidang akademik. Ia pernah menjadi juara dua Speech Competition di sekolahnya. Selain fasih berbahasa Inggris, ia juga menguasai bahasa Mandarin dan Spanyol.

Selain itu Ayunda Faza Maudya atau yang sering dikenal Maudy Ayunda juga memiliki hobby yang tak kalah menariknya dari aktris lain, beberapa hobby nya antara lain adalah berenang, menyanyi, menulis, dan bermain piano. Dari hobi menulisnya Maudy telah meluncurkan sebuah buku berjudul “A of Fables” di tahun 2005. Setelah lulus dari sekolahnya, British International School, ia pun melanjutkan kuliahnya di Columbia University jurusan Ekonomi. Namun karena konsentrasi mengembangkan karir di Indonesia, ia memutuskan unuk menunda kuliahnya. (sayang banget)

Guys, kalian tau ga idola Maudy ? Ternyata Maudy itu mengidolakan aktris multi talent yaitu Agnes Monica. Selain itu ia mengaku bahwa ia juga mengidolakan seorang Tompi, Nidji. Selain aktris dan band Mancanegara, ia juga mengidolakan akris-aktris luar negeri loo, salah satunya adalah Taylor Swift dan Bruno Mars.

Setelah vacum didunia perfilman, Maudy Ayunda kembali muncul di tahun 2011 kamrin, Maudy kembali tampil dalam film drama musikal “RUMAH TANPA JENDELA”. Maudy¬† juga beradu akting dengan Irfan Bachdim dalam film “TENDANGAN DARI LANGIT”. Pada tahun berikutnya, Maudy juga bermain dalam film “MALAIKAT TANPA SAYAP” yang dibintangi bersama Adipati Dolken. Film ini juga mempertemukan kembali Maudy dengan Surya Saputra.

Selain itu Maudy tidak hanya berkarya di seni peran dan acting, Maudy juga merilis album yang berjudul “PANGGIL AKU: MAUDY AYUNDA”. Dalam albumnya itu. Maudy memasukkan salah satu lagu ciptaannya berjudul Tetap Bersama.

Danbo aja suka Maudy Ayunda :)

Maudy mengatakan lagu First Love adalah lagu yang paling menantang dalam albumnya. Album pertamanya ini yang terdiri dari 10 lagu itu ternyata dikerjakan hampir setahun, cukup cepat. Proses tersebut mencakup dari proses pengumpulan lagu, pemilihan musisi, proses aransemen, sampai akhirnya proses rekaman dan memilih single yang cocok untuk menjadi single perdana album ini.

Single pertama dari album ini adalah Tiba-Tiba Cinta Datang. Lagu ini dipilih karena dirasakan sebagai nomor perkenalan yang pas bagi Maudy, secara personalitas dan juga karakter suara. Lagu ini juga mendapat tempo upbeat dan catchy.

Nah ini nama lagu-lagu pada album pertama Maudy :

1. Tiba-Tiba Cinta Datang
2. Panggil aku Sayang
3. Aku atau Temanmu
4. I Love You Tapi Bohong
5. Tetap Bersama
6. Kusimpan Dalam Mimpi
7. Aku Percaya
8. Ajari Aku Cinta
9. Biar Kusimpan Rasa Ini
10. First Love

Karir dari seorang Maudy Ayunda tidak berhenti, ia kembali bermain film drama Indonesia di serial “Perahu Kertas” yang¬† merupakan film yang mengangkat novel “Perahu Kertas” yang ditulis oleh Dee. Film dirilis pada tanggal 16 Agustus 2012. Film ini disutradarai oleh seorang sutradara muda, Hanung Bramantyo. Dalam film ini, Maudy berperan sebagai Kugy. Dalam film ini kembali Maudy bertemu dengan Adipati Dolken yang memerankan tokoh Keena.

Selain itu Maudy kembali membintangi film yang sama yaitu “Perahu Kertas 2” yang dirilis pada 04 Oktober 2012. Tdak jauh berbeda, film ini merupakan kelanjutan dari film sebelumnya, pada film ini Maudy Ayunda terlihat mengeluarkan lebih banyak emosi daripada film Perahu Kertas yang pertama.

Pada film Perahu Kertas dan Perahu Kertas 2, Maudy Beradu acting dan peran bersama beberapa orang, antara lain : Adipati Dolken (Keenan), Reza Rahadian Remi), Elyzia Mulachela (Luhde), kimberly Ryder (Wanda), dll.

a

perahu-kertas-poster

Setelah sukses di film Perahu Kertas dan Perahu Kertas 2. Maudy kembali berkiprah didunia acting melalui film “REFRAIN”. Film ini di angkat dari novel bestseller karya Winna Effendi dengan judul “Refrain”. Untuk filmnya sendiri naskah skenarionya ditulis oleh Haqi Achmad yang juga pernah menulis sejumlah film. Film ini bercerita tentang cinta pertama dan persahabatan Di mana dua orang yang bersahabat ini gelisah dengan perasaan masing-masing. Film ini mulai dibuat pada tanggal 1 Maret 2013 kemarin.
Dan akan ditayangkan di bioskop segera.ūüôā

refrain-tonjolkan-lugunya-cinta-pertama-556a32

 

Karate-Do

Karate¬†(Á©ļ śČč ťĀď) adalah seni¬†bela diri¬†yang berasal dari¬†Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat¬†Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut “Tote‚ÄĚ yang berarti seperti ‚ÄúTangan China‚ÄĚ. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‚Äėkarate‚Äô (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‚ÄėKara‚Äô„ÄÄÁ©ļ dan berarti ‚Äėkosong‚Äô. Dan yang kedua, ‚Äėte‚Äô„ÄÄśČč, berarti ‚Äėtangan’. Yang dua kanji bersama artinya ‚Äútangan kosong‚ÄĚ„ÄÄÁ©ļśČč (pinyin:¬†kongshou).

Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:

  1. Shotokan
  2. Goju-Ryu
  3. Shito-Ryu
  4. Wado-Ryu

Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.

Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti¬†Kyokushin¬†,¬†Shorin-ryudan¬†Uechi-ryu¬†tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam “4 besar WKF”.

Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO –¬†World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat “tanpa kontak langsung”, berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang “kontak langsung”.

Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:

  1. Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.

Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.

Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).

[sunting]Kihon

Kihon¬†(Śüļśú¨:„Āć„ĀĽ„āď,¬†Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari¬†Kata¬†dan¬†Kumite.

Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihondengan baik.

[sunting]Kata

Kata¬†(Śěč:„Āč„Āü) secara harfiah berarti bentuk atau pola.¬†Kata¬†dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau¬†aerobik¬†biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap¬†Kata¬†memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.

Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

[sunting]Kumite

Kumite¬†(ÁĶĄśČč:„ĀŹ„ĀŅ„Ā¶) secara harfiah berarti “pertemuan tangan”.¬†Kumite¬†dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada¬†dojo¬†yang mengajarkan¬†kumitepada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan¬†kumite¬†bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari¬†kumite¬†yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan¬†Kumite Shiai¬†atau¬†Kumite¬†Pertandingan.

Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.

Untuk aliran “kontak langsung” seperti¬†Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan¬†kumite¬†sejak sabuk biru strip. Praktisi¬†Kyokushin¬†diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.

Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

[sunting]Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :

  1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
  2. Kata (jurus) putera dan puteri

[sunting]Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

[sunting]Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.

Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.

Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.

Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:

  • Shotokan¬†: Kankudai dan Jion.
  • Wado-ryu¬†: Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu¬†: Saifa dan Seipai.
  • Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.

Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

[sunting]Luas lapangan

  • Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
  • Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.

Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

[sunting]Peralatan dalam pertandingan karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate

  1. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  2. Pelindung tangan
  3. Pelindung tulang kering
  4. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  5. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
  • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
  • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
  • Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
  1. Peluit untuk arbitrator/alat tulis
  2. Seragam wasit/juri
  • Baju putih
  • Celana abu-abu
  • Dasi merah
  • Sepatu karet hitam tanpa sol
  1. Papan nilai/n scoring board
  2. Administrasi pertandingan

10. bendera merah & biru untuk juri

11. Peluit untuk wasit

Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.

[sunting]Falsafah Karate

Rakka (Bunga yang berguguran)

Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan menumbuk muka, si pengamal karate boleh menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, ia boleh mematahkan tangan yang menumbuk itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.

Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air)

Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danau tersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.

[sunting]Aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.

Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam “4 besar¬†JKF” adalah sebagai berikut:

[sunting]Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan Рsehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

[sunting]Goju-ryu

Goju¬†memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya¬†Shotokan¬†ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa “dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan”. Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.

[sunting]Shito-ryu

Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.

[sunting]Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan kadang-kadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.

Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam “4 besar JKF” antara lain adalah:

[sunting]Kyokushin

Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik di dalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa memopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, dan menyerang secara frontal, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo), aliran ini juga sering dikenal sebagai salah satu aliran karate paling keras. Tidak seperti kebanyakan aliran karate yang sudah berfokus pada olahraga, dimana dalam pertandingannya menerapkan sistem tidak kontak langsung dan hasil yang ditentukan oleh poin, Kyokushin masih berpegang teguh pada sistem tradisional, terlihat dari sistem pertandingan kumite pada kejuaraan Kyokushin yang menerapkan pertarungan full contact dan boleh membuat Knock Out (KO) lawan. Aliran ini menerapkan hyakunin kumite(kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.

[sunting]Shorin-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.

[sunting]Uechi-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih). [1]